|
|
|
|
|
| |
Monday, July 28, 2003
Udah cukup lama juga gw nggak ngisi di Blog ini...emang selama ini kinerja gw buat liputan parah banget...
Besok...kayanya yang jadi HL di koran gw kemungkinan besar mengenai hasil rapat kabinet yang menentukan bahwa Indonesia akan memutus kontraknya dengan IMF.
Buat gw pribadi, mungkin seharusnya udah dari dulu pemerintah kita memutuskan kontrak dengan IMF....simpel aja sebenernya....beberapa negara di Asia Tenggara yang perekonomiannya terpuruk sejak 1997 udah bisa lepas dari krisis lebih dulu dari Indonesia, padahal negara-negara itu nggak punya kontrak dengan IMF....contohnya adalah Malaysia dan Thailand.
Selama ini yang gw lihat..beberapa kebijakan perekonomian sektor riil dan sektor keuangan nasional terlalu didikte oleh IMF. Padahal nggak semua kebijakan perekonomian sektor riil dan sektor keuangan merugikan perekonomian nasional. Yah...gw sih ngeliat kepentingan beberapa negara industri maju untuk mendominasi pereknomian di Indonesia diakomodir oleh IMF ini.
Misalnya IMF mengusulkan kepada tim reformasi UU Perpajakan Departemen Keuangan agar menghapus pengenaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mendorong daya beli masyarakat.
Selama ini kan yang memproduksi barang mewah yang besar perusahaan di negara-negara maju...biar barang mereka laku yang dibuatlah usulan seperti itu. Selain itu, gw ngeliat kayanya usulan itu kurang tepat ditujukan di Indonesia..
Bangsa Indonesia belum saatnya untuk menjadi bangsa yang konsumtif....kita semua harus berorientasi kepada produktivitas.
Sebenarnya kalaupun Indonesia perlu berhutang, masih banyak lembaga keuangan internasional yang lebih 'bersahabat' daripada IMF...Asian Developmen Bank, Islamic Development Bank atau yang lainnya.
Bantuan yang berasal dari kedua lembaga itu biasanya hanya mempunyai syarat yang sifatnya 'lokal' saja...bandingkan dengan IMF yang mengeluarkan syarat di berbagai bidang.
7:41 PM
|
|
| |
|
|
|