|
|
|
|
|
| |
Monday, June 30, 2003
Ketua Komisi V DPR-RI Suryadharma Ali
Komisi V sudah memberikan persetujuan untuk pengucuran dana Surat Utang Pemerintah sebesar Rp3,1 triliun. Sekarang bola-nya ada di Panitia Anggaran. Kayanya sih positif bisa keluar........tapi sebelumnya mari kita bermain 'bola' dulu.......
=====================================
Vice Chariman Regional Representative Faction Bambang Soeroso
17 nota kesepahaman investasi langsung di beberapa daerah dengan total nilai mencapai Rp9,7 triliun akan ditanda-tangani dalam Indonesian International Regional Investment Forum 2003 pada 2-4 Juli mendatang.
Investasi itu rencana akan dilakukan di sepuluh daerah dengan lima fokus bidang usaha.
Kesepuluh daerah tersebut adalah Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Makassar, Sumatera Barat, Jawa Barat, Bengkulu, Enrekang, Sidrap, Pinrang, Barru, Pare-pare dan Wajo.
Sedangkan lima bidang usaha yang akan diinvestasikan adalah minyak dan gas bumi, energi dan pertambangan, turis, agroindustri dan perikanan serta infrastruktur yang meliputi pelabuhan, telekomunikasi, dan jalan.
Ini adalah sebagian oleh-oleh dari Perancis........
8:25 PM
Friday, June 27, 2003
Sekretaris Jenderal Induk Koperasi Industri dan Kerajinan Bahrudin Wahid
Ekspor produk kerajinan perak daya saingnya menurun karena kekurangan bahan baku. Keluhan utama perajin perak adalah adanya pajak perambahan nilai buat perak, padahal kalo buat emas nggak. Lagian di beberapa negara malah bahan baku kerajinan perak malah nggak dikena-in pajak pertambahan nilai.
Dulu waktu harga bahan baku perak sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,3 juta per kg, pangsa Indonesia di pasar internasional kerajinan perak cuman 0,9%, nilainya sekitar Rp3 miliar. Sekarang lebih parah karena harga perak resmi nyampe Rp1,5 juta per kg.
Walhasil selama ini kalangan perajin perak lebih suka beli bahan baku perak selundupan...(tidak ada rotan akar pun jadi...:D)
Pesaing Indonesia di pasar kerajinan perak internasional adalah Malaysia dan Thailand, di kedua negara itu bahan baku perak nggak kena pajak. Untungnya kalangan perajin perak nasional udah punya channel ke negara tujuan ekspor tradisional: Amerika Serikat sama Uni Eropa.
mmmmmmmmm...........apalagi ya?....buat back-ground-nya gw ambil dari berita-berita dulu.....goreng-goreng....:D
5:09 PM
Thursday, June 26, 2003
Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Sri Ernawati....
Pemerintah akan melakukan seleksi terhadap UKM peserta SME'sCo nanti, UKM yang terpilih bakalan diikut-sertakan pada misi dagang ke Australia-Selandia Baru pada akhir bulan. Kriteria yang menjadi pertimbangan adalah UKM penghela.........
Garing banget ih ini berita....abis nar-sum yang laen belum bisa kekejar........gw terlalu males kali.
3:23 PM
Wednesday, June 25, 2003
SekJen Dekopin Sumarna F Abdurahman....kalo nggak salah.
Dekopin kerjasama dengan BRI dan Indofood Sukses Makmur Tbk untuk meningkatkan kinerja unit warung serba ada koperasi nasional. Cukup signifikan karena dari sekitar 100.000 unit koperasi yang ada di Indonesia, 70%-nya punya unit waserda.
Sekarang lagi tahap pilot project dengan pelatihan SDM, rencananya di tiga tempat yaitu Bogor, Yogyakarta sama Mataram.
Ada empat permasalahan dalam pengembangan unit waserda koperasi: SDM, Permodalan (seperti biasa), loyalitas anggota dan pengadaan barang.
Nantinya diharapkan BRI membantu di bidang permodalan sedangkan Indofood di bidang pengadaan barang...(jadi kepikiran....rela nggak ya Indofood kerjasama sama Dekopin? Mereka kan udah punya unit kaya waserda juga: Indomart).
Khusus untuk pengadaan barang, dari Dekopin sendiri bakalan ada Program Pembelian Terpadu yang dimotori sama Divisi Jaringan Usaha Koperasi Dekopin dan Divisi Distribusi Ritel Induk Koperasi Pekerja Tembakau Rokok Makanan dan Minuman (baru denger tuh ada Inkop yang namanya gitu).
Inkop Pekerja Tembakau Rokok Makanan dan Minuman sudah punya gudang di kawasan Bogor untuk program itu..(bisa di follow-up, ketuanya katanya salah satu anggota MPR)
5:29 PM
tes...tes...tes...
1:20 PM
|
|
| |
|
|
|